Postingan

Menampilkan postingan dengan label Indikator

Indikator Kinerja

Gambar
Perubahan mendasar paradigma sektor publik dewasa ini adalah derasnya keinginan dan tuntutan kepada sektor publik agar lebih berorientasi kepada hasil (outcome), tidak semata-mata pada proses dan keluaran (output). Hasil atau pencapaian kinerja harus dilaporkan kepada pihak-pihak terkait (stakeholders) sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya (akuntabilitas). Penetapan tingkat pencapaian kinerja tersebut memerlukan alat ukur yang jelas yang biasa disebut dengan indikator kinerja. Perumusan indikator kinerja merupakan bagian integral dari perencanaan strategik, tanpa indikator kinerja yang jelas, rencana strategis tidak dapat diimplementasikan secara baik, karena tidak ada tolok ukur yang jelas tanpa mengenai apa yang akan dicapai oleh setiap kegiatan. Indikator kinerja tidak hanya menunjukan apa yang hendak dicapai oleh setiap kegiatan tetapi sejauhmana sumber-sumber daya yang digunakan secara efisien, efektif, dan ekonomis bagi pelaksanaan kegiatan yang dimaksud. Jika du...

ELEKTRIFIKASI

Gambar
Rasio penduduk yang menikmati listrik (elektrifikasi) di Indonesia hingga kini baru 65% dari total 220 juta jiwa. Artinya, 35% penduduk-yang umumnya berada di daerah terpencil belum merasakan gemerlapnya cahaya pijar. Tingkat elektrifikasi sebesar 35%, menempatkan Indonesia pada posisi paling belakang di bandingkan dengan negara anggota pendiri Asean. Singapura dan Thailand sudah mencapai tingkat elektrifikasi 100% dan 90%, sedangkan Malaysia telah menembus di atas 80%. Tingkat elektrifikasi yang dicapai Indonesia hanya sedikit lebih unggul daripada Kamboja dan Laos. Dua negara anggota termuda Asean ini baru mencapai elektrifikasi sekitar 60%. Lantaran itu, banyak orang berharap pendirian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 10.000 MW sebagai megaproyek percepatan pengadaan listrik (crash program) dapat diandalkan untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Apalagi, PLN telah mencanangkan Visi 75/100 yakni dapat mencapai rasio elektrifikasi 100% pada saat ulang tahun Kemerdekaan...

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA - IPM

Gambar
Cerminan kualitas sumberdaya manusia dapat tergambar dalam indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks komposit yang digunakan untuk mengukur pencapaian rata-rata suatu negara dalam tiga hal mendasar pembangunan manusia, yaitu: lama hidup, yang diukur dengan angka harapan hidup ketika lahir; pendidikan yang diukur berdasarkan rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf penduduk usia 15 tahun ke atas; dan standar hidup yang diukur dengan pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan menjadi paritas daya beli. Nilai indeks ini berkisar antara 0 -100. IPM ini dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal sebagai berikut: Untuk mengalihkan fokus perhatian para pengambil keputusan, media, dan organisasi non pemerintah dari penggunaan statistik ekonomi biasa, agar lebih menekankan pada pencapaian manusia. IPM diciptakan untuk menegaskan bahwa manusia dan segenap kemampuannya seharusnya menjadi kriteria utama untuk menilai pembanguna...